Dari beberapa hari yang lalu, sepertinya ada yang memanggil-manggil saya untuk datang atau sekedar lewat di daerah komplek perumahan dosen UGM yang berada dikawasan Bulaksumur, terutama di kawasan blok D. Tapi entah kenapa saya tak kunjung kesana sekedar lewat dan berhenti sejenak untuk menyapa para penghuni yang masih betah bertempat tinggal disana atau sekedar menikmati kenangan yang pernah ada di kawasan tersebut, terutama di rumah yang bercat putih dan bernomor 7.
Dari semalam, panggilan itu semakin kuat. Dan akhirnya tadi siang saya putuskan untuk melewati kawasan tersebut. Tapi alangkah terkejutnya saya ketika melewati rumah yang pernah kami –saya dan kawan-kawan relawan DERU UGM– tempati. Rumah yang tadinya sedikit tidak terawat tiba-tiba diurus. Rumput liar yang sudah meninggi dipotong habis, pohon-pohon yang sudah gondrong sekarang terlihat rapi dan beberapa tempat bahkan dibongkar. Saya sedikit heran dan bertanya-tanya, ada apakah gerangan..
Hmmmm.. Oh iya, saya lupa, rumah putih dan beberapa rumah yang berada disebelahnya akan dijadikan museum UGM. Entah museum apa.
Sebenarnya saya ingin berhenti sebentar dan menyapa kawan-kawan yang masih tertinggal disana. Tapi niat itu saya unrungkan karena saya tidak mau dicap gila karena tiba-tiba masuk kedalam rumah yang sedang di ‘make over’ hanya untuk mengoceh dan berbicara ‘sendiri’.
Saya tadi sempat melihat mbak yang suka sekali berada di halaman samping rumah sebelah utara, dia terlihat sedih dan merana, seperti ingin berteriak meminta pertolongan agar rumahnya kembali dikembalikan seperti semula, tidak diusik, walaupun itu untuk di perbaiki. Saya kemudian ingat dengan om-om berbadan besar yang menjaga pohon mangga, saya juga ingat anak kecil yang suka berlarian di dalam rumah, saya jamaah shalat ashar yang waktu itu membetulkan bacaan imam dan mengaminkan surah Al-Fatihah, ah, saya teringat semuanya.
Apa kabar mereka? Mereka baik-baik saja kan ya?? Besok saya sepertinya harus benar-benar mampir.






