raison d’être

image

Aku selalu suka mendengarkan kamu bercerita. Tentang buku-buku yang baru selesai kamu baca. Tentang anak kucing gendut berbulu abu-abu yang suka kamu elus perutnya. Tentang negara-negara dengan bunga yang indah yang selalu ingin kamu kunjungi. Tentang rintik hujan yang lebat yang begitu kamu sukai namun juga kamu benci saat itu juga karena membikin jendela kamarmu berembun. Tentang matahari pagi yang kini jarang kamu saksikan atau pun tentang langit senja yang tidak lagi bewarna merah darah.

Aku selalu suka memperhatikan mimik wajahmu. Saat kamu tersenyum kepadaku. Saat kamu lupa memesan coffee late dengan gula yang terpisah. Saat kamu penasaran dengan akhir cerita novel yang lupa kamu bawa ketika kamu menemaniku menghabiskan sore yang basah. Saat kamu lelah karena antrian yang mengular. Saat kamu marah karena aku membatalkan bagitu saja janji yang kita bikin seminggu sebelumnya. Ataupun saat kamu sedih mendapati barang yang kamu incar selama berbulan-bulan ternyata sudah habis terjual.

*

Setelah bertahun-tahun berlalu aku baru sadar. Ternyata kamu hidup dalam duniamu sendiri. Aku pikir selama ini kita sudah berbagi. Tapi aku salah. Kamu hidup didalam negeri dongengmu yang berwarna warni yang sampai kapanpun tidak aku mengerti. Dunia imaji kita berbeda. Ada kaca yang menghalangi. Aku bisa melihat dunia mu, tapi sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa masuk dan merasakan sendiri bagaimana istana negri dongeng yang kamu bangun. Aku bisa melihat apa yang terjadi dengan kamu, tapi ternyata kamu tidak pernah membiarkan aku ikut terlibat ataupun menolong mu disaat kamu membutuhkan.

Setelah bertahun-tahun berlalu aku baru sadar. Kamu berlari terlalu cepat, bahkan saat aku baru mulai berjalan, kamu sudah melesat jauh kedepan. Setelah bertahun-tahun berlalu aku baru paham. Aku menginjak bumi, sementara kamu ingin terbang dan pergi kelangit. Setelah bertahun-tehun berlalu aku baru mengerti. Tidak akan pernah ada kita. 

First Date

When you smile, I melt inside..
I’m not worthy for a minute of your time..
I really wish it was only me and you

[Blink 182 - 1st Date]

Saya jadi ingat masa-masa sekolah dulu. Iseng, saya pun membongkar kembali foto-foto yang memenuhi hard disk dan menemukan beberapa gambar ‘ajaib’ teman-teman saya sewaktu SMA.

image

Dan ini juga:

image

Ada lagi nih:

image

Kangen kalian guys. Kangen suasana sekolah juga. Kangen ngebandel. Kangen bolos kelas Sosiologi trus kabur ke tukang sate yang mangkal di depan sekolah. Kangen datang telat pas upacara. Kangen semuanya….

Jadi ceritanya, Bentang Pustaka selaku penerbit buku The Bego Ideas, mengadakan lomba foto selfie yang diberi tagar #SelfieBegoIdeas #BegoIdeasForSelfie. Lomba foto selfie ini diadakan mulai tanggal 16 hingga 22 April 2014. Sayapun penasaran dengan foto-foto yang diunggah oleh para peserta lomba foto ini. Dan tadi siang, dengan rasa penasaran yang sangat, saya mencoba mengklik tagar yang sudah ditentukan panitia, dan voila, dalam sekejap muncul beberapa foto yang diposting oleh para peserta, ada yang lucu-lucu, ada yang nyeleneh, ada pula yang sangat saya sayangkan untuk diikut sertakan.

Berikut foto-fotonya:

image

dan,

image

ini ada lagi:

image

Tapi ada satu foto yang menurut saya SEBAIKNYA JANGAN DICOBA DIRUMAH APALAGI DI SEKOLAH:

image

Please, siapapun yang berniat ikutan lomba foto selfie The Bego Ideas, sebaiknya jangan post foto seperti yang di post Nabilah, Walaupun maksudnya untuk lucu-lucuan, tapi ini nggak lucu. Walaupun si gunting itu CUMA jadi properti untuk foto, tapi mbok ya posenya jangan seperti itu. Yang ngeliat banyak loh. Secara nggak langsung ini mengajarkan hal buruk buat adik-adik dan teman-teman yang melihat foto ini. [ini murni opini saya]

Oya, yang mau liat foto-foto lainnya bisa cari dengan tagar #BegoIdeasForSelfie atau #SelfieBegoIdeas di twitter dan instagram. 

Dear Bintang,

Malam ini langit begitu cerahnya hingga aku bisa menyaksikan kilauan jutaan bintang yang berada diatas sana dengan jelasnya. Tiba-tiba aku ingat kamu. Bagaimana kabar mu sekarang di seberang sana? Masihkah cahayamu mampu menerangi hatiku yang kelam? Bertahun-tahun lamanya aku mengagumi kerlap cahayamu, berbulan-bulan aku mencintai pendar warnamu, dan sampai saat ini aku masih berharap bisa memetik sinarmu dan kusimpan sendiri.

XOXO

Langit Malam

Beberapa hari belakangan ini, tepatnya setelah insiden siang itu, saya jadi kehilangan semangat untuk melakukan apapun. Apapun. Mulai dari bangun, mandi, makan, bahkan saya tidak bersemangat untuk membuka Microsoft Word dan menulis. Saya bahkan tidak ada niat untuk membuka pintu kamar ataupun menyingkap tirai bergambar Winnie the Pooh and Friends yang menutupi jendela.

Saya semakin sadar dan percaya kalau kata-kata ternyata punya kekuatan yang sangat hebat dan tak terlihat. Kata-kata bisa membunuh jiwa yang sedang berkembang, dan sebaliknya kata-kata juga bisa menghidupkan kembali jiwa-jiwa yang hampir mati karena kehilangan harapan. Kata-kata bisa menjadi pisau tajam yang melukai, sebaliknya kata-kata juga bisa menjadi payung teduh yang melindungi. Kata-kata bisa menjadi obat bagi penyakit akut tapi kata-kata juga bisa menjadi racun paling mematikan sejagat raya. 

Terkadang alam bawah sadar saya tidak mau diajak berkompromi untuk beberapa hal dan selalu sukses membikin saya tersiksa. Contohnya pagi ini. Tadi pagi, sekitar jam lima, saya terbangun. Biasa sih terbangun jam segitu, tapi pagi tadi benar-benar luar biasa. Saya terbangun dan mendengarkan ocehan dari seseorang yang selama ini cukup saya hormati dan hargai (tapi setelah insiden kemarin siang semua rasa simpati saya lenyap sudah). Potongan ucapannya persis sama seperti yang saya dengar kemarin siang. Dan tentu saja hati saya langsung perih seketika, apalagi otak saya memutar ulang semua kata-kata ‘manis’ siang kemarin. Mungkin ini karena saya terlalu emosi dan masih memikirkan semuanya hingga menjelang tidur. Dan alam bawah sadar saya malah menjadikannya sebagai alarm pembangun tubuh saya. 

The Bego Ideas for Student

Yang namanya ide, kadang nggak tahu kapan datangnya. Tiba-tiba kepikiran aja, gitu … apalagi sebagai para pelajar penerus bangsa yang berpikiran ke depan dan stok rasa ingin tahu yang besar, kita sering banget dikaruniai imaginasi yang berlebih.
Ide ini. Itu. Begini. Begitu.

Hmmm, seperti semua ide-ide bego yang pernah terlintas dalam pikiran kamu, ide-ide di buku ini sih nggak disarankan untuk diamalkan. Nggak perlu lah dicoba-coba, apalagi dijadikan kebiasaan. Awas aja kalau sampai berani nyoba! Siap-siap aja. Siap-siap apaan? Ya … siap-siap aja.