raison d’être

Your blog's tagline here

14 Sep

I don’t belong here, I gotta move on dear, escape from this afterlife.
‘Cause this time I’m right to move on and on, far away from here.
Got nothing against you and surely I’ll miss you.
This place full of peace and light, and I’d hoped you might,
Take me back inside, when the time is right.

Avenged Sevenfold - Afterlife

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged:
13 Sep

How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book it’s burned..
Place and time always on my mind..
I have so much to say but you’re so far away..

Avenged Sevenfold - So Far Away

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged:
13 Sep
11 Sep

Salah satu mata kuliah yang saya ambil semester ini adalah Gender dan Pembangunan. Mata kuliah yang cukup penting dan menarik, menurut saya. Namun sayangnya kelas ini hanya diminati oleh lima orang mahasiswa, jumlah minimal agar kelas tetap berlangsung. Pertemuan pertama kemarin [10/09] berlangsung cukup singkat, singkat dalam artian waktu berlalu sedemikian rupa hingga saya tidak sadar kalau sudah dua setengah jam berlalu.

Pertemuan pertama belum begitu berat. Ya, materi yang diberikan masih berkisaran mengenai overview perkuliahan selama satu semester kedepan dan pengenalan mengenai konsep dasar apa itu gender. Sedangkan konsep mengenai pembangunan, sudah saya dapatkan sebelumnya dengan lebih mendalam di mata kuliah Teori Pembangunan.

Ibu dosen membuka kelas dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang membutuhkan jawaban sederhana pula namun tetap saja menguras otak untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa pertanyaan (yang masih saya ingat) antara lain:

  1. Seandainya saya menjadi laki-laki atau perempuan saya akan…
  2. Karena saya laki-laki atau perempuan saya…
  3. Menurut kebudayaan saya laki-laki atau perempuan itu…
  4. Karena saya laki-laki atau perempuan maka saya tidak bisa…
  5. Menurut saya laki-laki atau perempuan itu harus…
  6. Saya pertama kali menyadari kalau saya laki-laki atau perempuan ketika…
  7. dll.

Karena kelas yang kecil, kami berlima memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ibu dosen. Saya sempat membuat kelas tertawa ketika menjawab pertanyaan ‘saya pertama kali menyadari kalau saya laki-laki/perempuan ketika’. Saya menjawab saya pertama kali menyadari kalau saya perempuan ketika tahun 2010. Seisi kelas langsung tertawa dan bertanya Kok bisa sih Mo? Lalu saya menjelaskan: pada waktu itu, pasca erupsi Merapi 2010, saya bergabung dengan tim kerelawanan UGM yang disebut DERU UGM. Saat itu saya menjadi coordinator yang bertanggung jawab terhadap penugasa, kelangsungan hidup dan juga nasib seluruh volunteer (lebay). Tugas saya tidak hanya itu, saya juga menjadi kuli angkut ketika ada barang bantuan yang datang dalam jumlah yang tidak pernah sedikit, pimpinan rapat evaluasi kerja harian, membuat laporan, membuat kopi untuk tamu-tamu yang datang, hingga menjadi OB alias office boy. Selama bertugas tidak ada pembatasan dengan alasan ‘kamu perempuan atau laki-laki jadi tidak boleh melakukan pekerjaan ……’ Sampai pada satu hari ketika kami harus mengirimkan hewan kurban berupa kambing dan sapi. Penanggung jawab kami, salah seorang dosen dari Fakultas Biologi, memimpin rapat untuk menjelaskan mekanisme pembagian hewan kurban tersebut. Kemudian diakhir rapat beliau bertanya: siapa yang bersedia untuk mengirimkan hewan-hewan kurban ini? Detik berlalu, tapi tidak ada juga yang mengacungkan tanggan. Kemudian beliau bertanya sekali lagi: siapa yang bersedia untuk mengirimkan hewan-hewan kurban ini? Saya pun mengacungkan tangan. Tapi kemudian Pak Dosenpun bilang: Cowok Mo, cowok. Kamu itu cewek. Tadi kan sudah disepakati kalau yang mengantarkan haruslah laki-laki. Udah malam, dan bahaya kalau cewek yang mengantarkan hewan kurban. Saya menjawab: habis yang cowok-cowok nggak ada yang mau. Daripada kambing-kambingnya beranak pinak disini, mending saya yang ngantarin. Saya kemudian disadarkan, ternyata mereka masih menganggap saya perempuan, walaupun saya selama ini bertingkah sedikit banyak agak tomboy dan melakukan semua pekerjaan, termasuk yang selama ini agak identik dengan pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh laki-laki. Saya sudah biasa menerima ucapan: anak perempuan kok kayak laki-laki.

Mengubah cara pandang memang susah. Tapi bukankah what we learned can be unlearned

08 Sep

Barusan di kirimin ini sama si Kendi

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged:
08 Sep

Jadi ceritanya, seharian tadi saya mengikuti kuliah umum dan peringatan dies natalis ke-31 Sekolah Pascasarjana UGM. Dan seperti biasa, diawal acara selalu ada bagian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Meskipun saya sudah berkali-kali mendengarkan dan menyanyikan Hymne Gadjah Mada, selalu ada rasa haru yang menyelimuti dada. Bangga rasanya menyanyikan lagu tersebut bersama ratusan orang lainnya. Tapi, diantara sekian kali keharuan ketika menyanyikan lagu tersebut, belum ada yang mengalahi keharuan ketika menyanyikan lagu tersebut di Grha Sabha Pramana ketika wisuda.

Semoga tahun depan kembali bisa mengenakan toga dan samir UGM. 

06 Sep

Jadi ceritanya tadi pagi saya bertemu salah seorang idola saya. Beliau adalah seorang yang cukup expert dibidangnya yaitu geologi. Ketika saya bilang kalau saya memfollow semua akun media sosialnya danmengikuti setiap cerita yang beliau posting di blog, beliau hanya tertawa, mungkin tidak percaya kalau beliau memiliki seorang fans dari latar belakang akademis yang jauh berbeda, sangat-sangat jauh berbeda. Beliau juga cukup ramah dan sangat down to earth. Beliau bercerita banyak mengenai pengalamannya. Dan dari sekian banyak pelajaran yang bisa saya ambil, ada satu yang membuat saya yakin untuk tetap menjalankan apa yang saya suka: if you do your hobbies, continually more than ten years, you’ll be an expert

06 Sep

'Cause all of me..
Loves all of you..
Love your curves and all your edges..
All your perfect imperfections..
Give your all to me..
I’ll give my all to you..
You’re my end and my beginning..
Even when I lose I’m winning..
‘Cause I give you all of me..
And you give me all of you, ohoh..

[John Legend - All of Me]

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged:
06 Sep

Kemarin, tiba-tiba saja ada perasaan yang mendorongku untuk membawa telepon genggam yang entah sudah berapa tahun tak pernah lagi aku bawa kemana-mana. Bukan karena apa, tapi karena telepon genggam dengan nomor yang tidak terlalu cantik itu memang hanya aku khususkan untuk satu orang saja yang sudah bertahun pula aku tak pernah mendengarkan kabar darinya. Lalu, siang hari menjelang sore, aku mendapati satu pesan singkat dari satu-satunya contact yang tersimpan. ‘Apa kabar?’ Pesan darimu sungguh singkat. Tapi sukses membuat aku terkejut.

Bertahun aku menantikan pesan singkat atau telepon dari nomor itu. Tapi ketika kini akhirnya menjadi nyata, aku tidak tahu harus bagaimana. Ada perasaan senang, namun kecewa dan sedih juga terselip disana.

Waktu berhasil merubah segalanya. Mungkin sudah saatnya nomor itu aku non-aktifkan selamanya.